Madura Terkini

maduraexpose/Ofyo

Breaking News

SAHABAT FERRY ARBANIA

ZONA PEMBACA - WILAYAH SAHABAT

Sunday, December 11, 2016

Foto-Foto Ini

http://www.maduraexpose.com/kmpps-ancam-demo-kepala-disdik-sumenep-terkai-se-inbox-sctv/
Saya males banyak komen, hari ini pikiranku kacau balau........

|Ferry Arbania|
Read more ...

Monday, December 05, 2016

Kisah Achmad Fauzi Tak Diminati Wartawan Bagian I

Oleh: Ferry Arbania (Pimred Maduraexpose.com)
Siang itu, terik matahari di sepanjang Jalan Trnujoyo Kota Sumenep sangat menyengat. Orang-orang tengah sibuk membicarakan sejumlah nama-nama yang hendak di promosikan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Maklum saat itu, menjelang Pilkada Sumenep 9 Desember 2015.

Sejumlah nama-nama mulai dimunculkan , mulai dari Said Abdullah (Anggota DPR RI), Dewi Khalifah, Busyro Karim, Wafiqah Jamilah hingga tokoh kepulauan seperti Azasi Hasan, MH.Sahnan.
Bahkan, lembaga survey Proximity saat itu menempatkan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Timut XI.

 Said Abdullah disebut-sebut memiliki elektabilitas paling tinggi mengungguli calon petahana, Busyro Karim. Anehnya, saat itu tidak ada satupun media, yang menuliskan sosok Achmad Fauzi, yang saat ini menjadi Wakil Bupati Sumenep, mendampingi petahana.
loading...
 
Hasil survey yang dilakukan Proximity saat itu memang cukup mengejutkan, meski endingnya dapat dipahami dengan mudah oleh para elit politik di Sumenep. Namun yang jelas, survey yang dilakukan selama periode minggu ke-4 pada November hingga minggu pertama di bulan Desember 2014, dengan metode pengambil sampel sebanyak 1000 responden, dengan margin error 3,1 persen dan confident interval 95 persen dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep yang diambil.

Lagi-lagi menempatkan elektabilitas mereka terukur. Hasil survey calon bupati Sumenep tertinggi saat itu adalah MH Said Abdullah (anggota DPR RI dari PDI Perjuangan) 22,5 persen, Zainal Abidin (mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur) 15,8 persen, Busyro Karim (incumbent bupati) 11,8 persen, HM Sahnan 8,7 persen, Dewi Khalifah 7 persen, Ilyasi Siradj 5,8 persen, Sungkono (incumbent wakil bupati) 5,2 persen, Unais Ali Hisyam 2,3 persen, Azasi Hasan 1,7 persen dan belum menentukan pilihan 19,2 persen.
Saat itu, Redaksi Maduraexpose.com tengah fokus melakukan pengamatan sebuah baliho besar yang berdiri kokoh di sepanjang Jalan Trunojoyo Kota Sumenep, beberapa meter dari pintu masuk pasar Anom Baru sisi barat. “Jepret”, kameramu berhasil mengabadikan gambar Achmad Fauzi dengan tulisan kecil dibawahnya, “LASKAR MUDA”.

Aneh bin ajaib memang, karena saat itu, tak ada satupun media yang berminat meliput baliho tersebut, apalagi mewancarai yang bersangkutan. Jujur saja, hanya MaduraExpose.com yang paling getol mempublikasikan, sosok Achmad Fauzi sebagai sosok Pemuda yang layak untuk diusung dan didukung memimpin Sumenep. Saat itu, belum ada kesepakatan dari partai pendukung, baik PKB maupun PDI Perjuangan, apakah tetap mengusung petahana Busyro Karim bergan dengan Achmad Fauzi.

Achmad Fauzi, Tokoh Muda Sumenep (uji/MaduraExpose.com)
Achmad Fauzi, Tokoh Muda Sumenep (uji/MaduraExpose.com)

Entah, apa sebenarnya yang melatar belakangi, hingga media ini (saat itu) dengan sukarela, penuh kesabaran, tetap menulis sosok Achmad Fauzi dalam liputan khusus maupun kemasan lain dalam tema politik Pilkada. Padahal, penulis saat itu tidak kenal sama sang tokoh Laskar Muda. “Hanya satu yang saya yakini, Pemuda ini (Achmad Fauzi) layak memimpin Sumenep,” [Bersambung…..]
Read more ...

Monday, March 28, 2016

Banyak Setan Nyaru jadi Wartawan

Ilustrasi duit, mau nggak,heeeee.....(Istimewa)
Meski tak semua orang bilang wartawan itu identik dengan orang "tukan cari salah" orang lain, jujur saya sering mendengar selentingan sebagian orang, kalau kerja wartawan tak lebih dari sekedar mencari, memburu dan meng-Expose kesalahan orang lain. Entah apa maksudnya ada yang menilai seperti itu. Mungkin nggak ya, karena banyaknya oknum wartawan
Read more ...

Saturday, February 06, 2016

Kasus Tangan Siswa Digoreng Masih Buram

 
|Ferry Arbania| Sudah hampir satu bulan lamanya, kasus penganiayaan yang menimpa Toni, siswa SMA Negeri kelas 2 Sumenep belum menjerat para pelaku mulai dari otak intelektualnya sampai dukun dan eksekutornya.

Berbagai upaya dilakukan oleh para aktivis anti kekerasan anak dibawah umur hingga kuasa hukumnya. Semoga kasus ini segera menemukan titik terang. Kami berharap ada campur tangan dari Komnas Perlinduangan Anak dan kalau perlu kepada yth Bapak Presiden RI.

Buat Anda yang ingin mengetahui seperti apa nasib Toni yang digoreng tangannya oleh para pelaku sadis, silahkan Anda kunjungi website kami di www.maduraexpose.com
Read more ...

Follow us on FaceBook

Designed By